Apa Itu Root Android

 10x dibaca

Apa itu Root Android? Kenali Fungsi, Kelebihan & Kekurangannya

Kredit Gambar: www.xda-developers.com

Bagi sebagian orang yang memiliki hobi ngoprek HP, istilah root pada Android tentu sudah tidak asing terdengar di telinga. Begitupula dengan saya, sejak pertama kali memiliki Ponsel Android, root menjadi hal pertama yang saya cari tutorialnya di internet.

Namun bagi sebagian orang awam, mendengar kata root HP Android seringkali membuat ‘takut’ dan berfikir ulang untuk melakukannya.

Nah, artikel ini saya tulis untuk tujuan menjelaskan kepada Anda yang mungkin penasaran dengan apa itu root pada Android beserta fungsi, kelebihan dan kekurangannya. Semoga dengan adanya artikel ini bisa membantu Anda yang mengalami kebimbangan apakah sebaiknya melakukan root atau tidak.

Apa itu Root pada HP Android?

Root berasal dari bahasa Inggris yang jika diartikan ke dalam bahasa Indonesia memiliki arti akar. Dengan kata lain, root adalah sebuah proses yang dilakukan untuk bisa menembus akar sistem pada sebuah OS (Android).

Fungsi Root pada HP Android

Seperti kita tahu, sistem operasi Android merupakan sistem operasi berbasis Linux yang bersifat open source atau terbuka. Dengan kata lain para pengguna memang diperbolehkan melakukan perubahan atau modifikasi pada sistem operasi Android yang ditanamkan di ponsel miliknya.

Namun meskipun begitu, pihak Google dan produsen smartphone mengunci akses root secara default di semua ponsel yang dirilis ke publik. Tujuan dari dikuncinya akses root ini tentu bermacam-macam, mulai dari sisi keamaan agar pengguna awam salah memodifikasi atau menghapus file penting yang bisa berakibat terjadinya error, hingga tujuan bisnis agar pengguna tidak bisa menghapus aplikasi bawaan yang ditanamkan pada sebuah ponsel.

Nah, fungsi utama dari root pada Android sendiri adalah untuk mendapatkan akses penuh pada sistem operasi Android. Dengan memiliki akses penuh tersebut, pengguna akan bisa memodifikasi banyak hal, misalnya saja menghapus aplikasi bawaan ponsel yang tidak bisa di hapus dari menu pengaturan.

Kelebihan Root pada HP Android

Tentunya terdapat banyak kelebihan yang akan Anda dapatkan ketika melakukan rooting di HP Android Anda, namun disini saya hanya akan menyebutkan 4 kelebihan yang umumnya membuat seseorang memutuskan melakukan rooting ponsel Android miliknya.

1. Bisa Menghapus Bloatware

Bloatware adalah sebuah istilah yang disematkan kepada aplikasi bawaan ponsel yang tidak bisa dihapus dari menu pengaturan. Dengan memiliki akses ke root, pengguna bisa lebih mudah menghapus bloatware ini sehingga membuat ruang penyimpanan internal menjadi lebih lega.

2. Bisa Melakukan Tweak

Tweak adalah sebuah istilah yang digunakan ketika melakukan modifikasi pada sebuah sistem operasi. Dengan terbukanya akses root, pengguna dapat melakukan tweak seperti misalnya untuk tujuan mempercepat performa prosesor, hingga menghemat konsumsi daya baterai.

3. Bisa Install Custom Rom

Custom Rom adalah sistem operasi Android besutan pihak ketiga yang biasanya menawarkan fitur-fitur yang lebih menarik. Dengan custom rom, Anda juga bisa menikmati sistem operasi Android versi terbaru yang mungkin tidak tersedia secara resmi untuk ponsel Anda.

Misalnya saja saat ini saya menggunakan Galaxy S8 yang hanya diberikan update Android 9 oleh Samsung. Dengan melakukan rooting, saya bisa menginstal Android 10 menggunakan custom room Lineage OS.

4. Memblokir Iklan

Suka risih dengan iklan yang muncul di Android Anda? Dengan melakukukan rooting, Anda bisa menginstal aplikasi bernama AdAway yang berfungsi memblokir iklan yang tampil di aplikasi, game serta browser.

Kekurangan Root pada HP Android

Dibalik kelebihan, tentu ada kekurangan, terlebih bagi Anda yang masih awal dalam hal melakukan rooting.

1. Garansi Hangus

Dulu para pengguna ponsel Android bisa dengan santai melakukan rooting tanpa takut kehilangan garansi berkat adanya un-root. Namun seiring perkembangan teknologi, para produsen saat ini bisa dengan mudah mendeteksi apakah ponsel tersebut sudah pernah di rooting atau belum. Hal ini pada akhirnya membuat un-root tidak lagi berguna untuk bisa mengembalikan garansi sebuah ponsel yang sudah di rooting.

Jadi sebelum Anda melakukan rooting di ponsel Android Anda, pastikan Anda sudah siap menerima risiko kehilangan garansi tersebut.

2. Tidak Bisa Melakukan Update OS melalui OTA

Sebuah ponsel yang memiliki akses root tidak akan bisa mendapatkan pembaruan sistem operasi melalui OTA (Over The Air). Jika Anda bingung apa itu update OS melalui OTA, singkatnya adalah update sistem operasi yang biasanya muncul di menu pengaturan.

Jadi, jika sebuah ponsel sudah di rooting, Ponsel tersebut hanya bisa melakukan pembaruan sistem operasi secara manual menggunakan flash tools, ODIN atau sejenisnya.

3. Rentan Terkena Virus

Bagaimanapun, melakukan rooting adalah membuka akses ke sistem operasi secara penuh. Jadi salah satu risiko dari rooting adalah akan membuat ponsel Anda rentan terkena virus.

Oleh karenanya, Anda harus sangat berhati-hati dalam menginstall aplikasi ketika ponsel Anda berstatus rooted, terlebih aplikasi yang Anda unduh dari luar Google Play Store.

4. Tidak Bisa Menggunakan Aplikasi M-Banking

Pada dasarnya ada cara yang bisa dilakukan untuk tetap bisa menggunakan aplikasi M-Banking di ponsel Android yang sudah di root. Namun secara default, aplikasi M-Banking tidak akan bisa terbuka di ponsel yang dalam kondisi root. Hal ini dilakukan oleh pihak Bank untuk menjaga keamanan data nasabahnya.

Untuk bisa membuka aplikasi M-Banking di HP yang sudah di root, Anda harus melakukan beberapa prosedur yang tutorialnya bisa Anda cari di Google atau YouTube. Namun saya pribadi lebih menyarankan agar Anda tidak menginstall aplikasi M-Banking di ponsel yang sudah di root demi kemanan data Anda.

Jadi begitu kurang lebih pembahasan yang ingin saya sampaikan terkait root pada Android, semoga artikel ini bisa menjadi bahan pertimbangan Anda jika ingin melakukannya.

Artikel Lainnya:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *