Twitter Uji Coba Fitur Baru, Berguna Cegah Ujaran Kebencian

Twitter mulai uji coba fitur keamanan baru bernama "Safety Mode", berguna untuk cegah pelecehan dan ujaran kebencian.

PONSELIO.COM - Twitter terus melakukan perbaikan untuk melindungi penggunanya dari ancaman ujaran kebencian dan pelecehan. Terbaru, Twitter mengumumkan tengah melakukan uji coba fitur baru yang disebut dengan ‘”Safety Mode”.

Dengan fitur tersebut, nantinya pengguna bisa menyaring pesan atau mention, agar tidak mendapatkan kiriman bernada ujaran kebencian atau pelecehan.

Nantinya, fitur mode keamanan ini juga akan memblokir sementara akun yang dicurigai telah menyebarkan ujaran kebencian, atau pelecehan.

Menurut Twitter, fitur baru tersebut diharapkan bisa menghadirkan percakapan yang sehat di platform mereka.

“Kami ingin pengguna menikmati percakapan yang sehat. Jadi uji coba fitur terbaru ini merupakan salah satu upaya untuk membatasi interaksi yang tidak sehat dan mengganggu percakapan,” ujar Twitter dalam pernyataannya.

Lebih lanjut Twitter menjelaskan, ke depannya pengguna diharapkan bisa terlindungi dari segala konten negatif di platform mereka, dengan mengurangi konten berbahaya.

“Tujuan kami adalah untuk melindungi pengguna agar mendapatkan pesan Tweet yang lebih baik, dengan mengurangi prevalensi dan visibilitas komentar berbahaya,” lanjut Twitter.

Sebelumnya, Twitter memang kerap mendapat kritikan karena dianggap meloloskan konten kasar dan ujaran kebencian. Bahkan, dampak adanya konten negatif di Twitter, disebut bisa memunculkan masalah di dunia nyata.

Beberapa konten yang dianggap kurang pantas beredar di Twitter di antaranya mengenai pelecehan seksual terhadap wanita, dan diskiriminasi terhadap kelompok terpinggirkan.

Untuk mengatasi konten negatif, Twitter sebelumnya sudah meluncurkan fitur anti-pelecehan pada 2017 lalu. Saat itu, Twitter merilis fitur “Pencarian aman”. Dengan fitur ini, pengguna bisa menghindari konten-konten yang dinilai negatif.

Namun, fitur tersebut dinilai kurang mampu mencegah percakapan negatif di Twitter. Hingga pada Juni lalu, perancang privasi Twitter, Dominic Camozzi, membuat postingan utas mengenai konsep awal fitur baru yang tengah dipersiapkan Twitter.

Dalam utas yang dicuitkan Dominic Camozzi, ia menyebut Twitter saat ini tengah mencoba fitur baru yang dinilai lebih tepat untuk mencegah adanya pelecehan.

Salah satu kemampuan fitur mode keamanan tersebut meliputi kemampuan pengguna untuk menghapus penandaan diri pada Tweet yang dinilai negatif. Tidak hanya itu, pengguna juga bisa menghentikan akun lain untuk tidak menandai dirinya lagi.

Dengan fitur “Safety Mode” ini, nantinya Twitter akan secara otomatis menilai konten dan interaksi antar pengguna. Jika dalam interaksinya terdapat percakapan sensitif seperti ujaran kebencian atau pelecehan secara berulang, Twitter akan menandainya dan akan memblokir akun tersebut selama tujuh hari.

Menurut juru bicara Twitter, Tatian Britt, nantinya jika pengguna terbukti melakukan pelanggaran, ia tidak akan mendapatkan pemberitahuan jika dirinya telah diblokir oleh Twitter.

Namun, jika akun yang melanggar tersebut mengunjungi halaman pengguna, ia baru akan melihat informasi “Twitter telah memblokir secara otomatis”.

Twitter juga menjelaskan, jika pengguna keberatan dengan pemblokiran otomatis yang dilakukan Twitter di mode keamanan, mereka bisa melakukan permintaan peninjauan dan mengubah keputusan pemblokiran.

Fitur mode keamanan sendiri sudah mulai diujikan sejak Rabu (1/9) kemarin. Uji coba dilakukan kepada pengguna berbahasa Inggris, termasuk kelompok jurnalis wanita dan kelompok terpinggirkan.

Ikuti update berita dan artikel terbaru dari Ponselio.com dengan cara mengikuti Facebook Ponselio, Twitter @ponseliocom, dan Instagram @ponseliocom.

Tinggalkan komentar