Tuai Beragam Kritik, Apple Tunda Fitur Perlindungan Anak

Fitur perlindungan anak Apple menuai kritik pedas karena dapat memindai foto pengguna yang dinilai bisa mengancam privasi.

PONSELIO.COM - Apple harus menunda fitur perlindungan anaknya yang baru saja diumumkan bulan lalu, termasuk fitur yang akan memindai foto pengguna untuk mendeteksi ancaman kekerasan dan pelecehan seksual, atau Child Sexual Abuse Material (CSAM) setelah mendapatkan kritikan keras dari berbagai pihak. Pasalnya, fitur tersebut dinilai melanggar privasi pengguna.

Sebelumnya, Apple sempat mengumumkan akan merilis fitur terbarunya di akhir tahun ini.

“Bulan lalu kami mengumumkan rencana untuk merilis fitur yang bertujuan untuk melindungi anak-anak dari predator,” kata Apple, dikutip dari The Verge, Selasa (7/9).

“Namun berdasarkan masukan dari pelanggan, kelompok advokasi, peneliti, dan kelompok lainnya, kami memutuskan untuk mengundurkan beberapa bulan untuk mengumpulkan masukan dan perbaikan sebelum merilis fitur keselamatan anak yang sangat penting ini,” imbuhnya.

Sebelumnya, Apple merilis siaran pers mengenai tiga perubahan yang akan terjadi di perangkatnya. Tiga perubahan itu ialah, pertama, pencarian dan Siri yang akan menunjuk ke sumber daya untuk mencegah CSAM, jika pengguna mencari informasi yang berkaitan dengan hal tersebut.

Kedua, perubahan akan terjadi pada pengawasan yang lebih signifikan. Di mana orangtua akan diperingatkan jika anak-anak mereka menerima atau mengirim foto yang mengandung unsur seksual. Apple juga akan secara otomatis mengaburkan gambar tersebut untuk anak-anak.

Perubahan ketiga, Apple akan memindai gambar yang disimpan di iCloud foto pengguna untuk SCAM, dan melaporkannya ke moderator Apple.

Selanjutnya, moderator Apple kemudian akan merujuk laporan gambar-gambar tersebut ke organisasi perlindungan anak National Center for Missing and Exploited Children atau NCMEC.

Sebelumnya, Apple menjelaskan jika fitur pemindai foto tidak akan mengurangi privasi penggunanya. Nantinya menurut Apple, pemindai foto yang disimpan di iCloud foto di perangkat iOS hanya akan dinilai bersama NCMEC dan organisasi perlindungan anak lainnya.

Meski demikian, beberapa pakar privasi dan keamanan digital mengkritik fitur terbaru dari Apple itu. Menurut mereka, fitur tersebut bisa menciptakan sistem pengawasan di perangkat pengguna, dan itu bisa merusak kepercayaan yang diberikan pengguna kepada Apple dalam melindungi privasi mereka.

Salah satu yang lantang mengkritik fitur terbaru Apple ini ialah The Electronic Frontier Foundation. Dalam rilisnya yang diterbitkan pada 5 Agustus lalu, meski tujuan fitur Apple ini baik, namun hal tersebut tetap melanggar janji keamanan enkripsi yang selama ini diterbitkan Apple.

Tidak hanya itu, fitur tersebut juga disebut akan membuka pintu pelanggaran serupa yang lebih luas.

“Apple mengkompromikan perangkat yang kita miliki dan operasikan,” ujar Ben Thompson, di Stratechery.

“Namun, tidak ada satu pun di antara kita yang memprotes hal ini,” pungkasnya.

Ikuti update berita dan artikel terbaru dari Ponselio.com dengan cara mengikuti Facebook Ponselio, Twitter @ponseliocom, dan Instagram @ponseliocom.

Tinggalkan komentar