Twitter Perkenalkan Fitur Label untuk Identifikasi Akun Bot

Fitur ini akan memberi label "akun otomatis" pada akun bot sehingga pengguna bisa membedakan akun otomatis dan akun pribadi seseorang.

PONSELIO.COM - Twitter baru saja memperkenalkan fitur baru yang mampu mengidentifikasi akun bot. Nantinya, dengan fitur ini Twitter akan memberikan label robot pada akun tersebut.

Fitur ini dirancang untuk memudahkan pengguna agar bisa membedakan mana akun robot yang kerap meretweet berita atau isu tertentu, dan mana akun yang asli dimiliki seseorang.

Dengan fitur ini, maka akun bot yang kerap menyebarkan informasi keliru atau spam bisa dihindari oleh pengguna lainnya.

Fitur Label Akun Di Twitter
Kredit gambar: Twitter

Sebelumnya, Twitter sudah mempertimbangkan fitur pelabelan pada akun bot sejak beberapa tahun lalu.

Pada tahun 2018 lalu, CEO Twitter, Jack Dorsey sempat mendapatkan pertanyaan mengenai hal ini dalam sidang Komite Intelijen Senat. Di mana saat itu, Jack Dorsey diberi pertanyaan apakah Twitter bisa memberikan informasi kepada pengguna, jika mereka tengah berinteraksi dengan akun bot, atau bukan di platform mereka.

Jack Dorsey pun menyebut dirinya setuju jika Twitter harus menambah label untuk akun bot dan akun pengguna. Hingga akhirnya, pada tahun 2020 lalu, Twitter mulai melakukan beberapa cara untuk membedakan akun bot dan bukan.

Salah satu yang dilakukan Twitter ialah dengan meminta pengguna melakukan verifikasi akun. Dengan tawaran verifikasi, Twitter bisa mengidentifikasi beberapa akun yang dicurigai sebagai akun bot.

Adapun mulai 10 September, Twitter menyebut label “akun otomatis” yang mengidentifikasikan jika akun tersebut bot sudah mulai diujikan.

Dalam pengujiannya, Twitter melibatkan 500 akun pengembang. Nantinya, mereka akan menguji dan memberikan umpan balik kepada Twitter, sebelum fitur tersebut dirilis untuk publik.

Sebelumnya, saat melakukan pembaruan kebijakan tahun lalu, Twitter juga sempat meminta kepada akun pengembang untuk memberikan keterangan di bio, apakah akun mereka dijalankan dengan bot atau manual. Namun, hal tersebut dinilai kurang efektif.

Penggunaan fitur identifikasi akun bot yang akan dirilis Twitter dinilai lebih mudah untuk pengembang mematuhi kebijakan Twitter, daripada harus menuliskan di bio mereka.

Twitter juga menyebutkan, ke depannya label akun bot bisa jadi menjadi persyaratan bagi para pengembang yang menjalankan akun mereka dengan otomatis atau bot.

Menurut Twitter, meskipun demikian, tidak semua akun bot itu buruk. Bahkan, Twitter menyebut ada beberapa akun bot yang dijalankan secara otomatis tapi memberikan manfaat kepada pengguna.

Beberapa akun bot yang dijalankan secara otomatis dan bermanfaat di antaranya akun pendeteksi gempa bumi @earthquakesSF, akun bot ramalan cuaca @localWeather20, dan akun informasi perkembangan vaksin Covid-19 di dunia @vax_proggres.

Beberapa akun tersebut akan menjadi bagian dari uji coba fitur pendeteksi bot yang tengah dikembangkan Twitter.

Fitur pendeteksi akun bot yang dikembangkan Twitter merupakan bagian dari pembaruan Twitter di tahun ini. Sebelumnya, Twitter juga memperkenalkan beberapa fitur terbaru seperti fitur komunitas, tes reaksi emoji, dukungan untuk foto dan video berukuran penuh, super follows, hingga hapus pengikut tanpa memblokirnya.

Ikuti update berita dan artikel terbaru dari Ponselio.com dengan cara mengikuti Facebook Ponselio, Twitter @ponseliocom, dan Instagram @ponseliocom.

Tinggalkan komentar