— iQOO resmi memperkenalkan iQOO 16 di China sebagai penerus iQOO 15. Ponsel flagship ini mengunggulkan performa gaming dengan chipset Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6, layar 2K dengan refresh rate 165Hz, serta baterai berkapasitas 8.400mAh.

Untuk menunjang pengalaman bermain game, iQOO menyematkan chip gaming Q4 dan sistem pendingin berukuran besar. Di pasar China, iQOO 16 dibanderol mulai 5.999 yuan atau sekitar Rp13,4 juta untuk varian RAM 12GB dan penyimpanan 256GB.

Layar 2K 165Hz, Kecerahan Puncak hingga 10.000 Nits

iQOO 16 menggunakan panel Samsung M16 AMOLED berukuran 6,85 inci dengan resolusi 3168 × 1440 piksel. Layarnya mendukung teknologi LTPO dengan refresh rate hingga 165Hz untuk menampilkan pergerakan yang lebih mulus.

Layar iQOO 16

Respons sentuhan turut menjadi perhatian melalui dukungan touch sampling rate instan hingga 5.000Hz. Fitur ini dirancang untuk membantu layar merespons input pengguna dengan cepat saat bermain game.

Tingkat kecerahan layar penuh mencapai 2.800 nits, sedangkan kecerahan puncak pada area tertentu dapat menyentuh 10.000 nits. Angka terakhir tersebut merupakan kecerahan puncak lokal, sehingga tidak menggambarkan tingkat kecerahan seluruh layar saat digunakan sehari-hari.

Panelnya juga dilengkapi teknologi peredupan DC dan PWM frekuensi tinggi hingga 3.300Hz.

Snapdragon Kelas Flagship dan Chip Gaming Q4

Dapur pacu iQOO 16 mengandalkan Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6 yang dibuat menggunakan proses fabrikasi 2nm TSMC. Chipset ini memiliki kecepatan CPU hingga 5,01GHz, dipadukan dengan RAM LPDDR5X Ultra Pro dan penyimpanan UFS 4.1.

iQOO turut menyertakan chip gaming Q4 serta Monster Super Core Engine untuk menunjang performa saat menjalankan game. Sementara itu, sistem pendingin vapor chamber atau VC seluas 8.500 mm² bertugas membantu membuang panas agar performa tetap terjaga saat ponsel digunakan secara intensif.

Ada pula teknologi Q-flex yang mengoptimalkan pemrosesan input sentuhan. Teknologi ini bekerja bersama chip sentuh dan giroskop untuk mengurangi jeda antara gerakan pengguna dan respons di dalam game.

Baterai 8.400mAh dengan Pengisian Cepat 100W

Salah satu daya tarik utama iQOO 16 adalah baterai 8.400mAh yang menggunakan teknologi anoda silikon generasi kelima.

Baterai tersebut mendukung pengisian cepat melalui kabel berdaya 100W. Pengguna juga mendapatkan dukungan pengisian daya nirkabel 40W.

Kombinasi baterai besar dan pengisian cepat menjadi bekal iQOO 16 untuk menunjang penggunaan harian maupun sesi bermain game yang panjang.

Tiga Kamera Belakang 50MP

Kamera Iqoo 16

Meski menonjolkan kemampuan gaming, iQOO 16 tetap dibekali tiga kamera belakang yang masing-masing memiliki resolusi 50MP. Susunannya meliputi:

  • Kamera utama 50MP dengan sensor OmniVision OV50Q dan stabilisasi optik atau OIS.
  • Kamera telefoto periskop 50MP dengan sensor Sony LYTIA 600 dan OIS.
  • Kamera ultrawide 50MP untuk mengambil foto dengan sudut pandang lebih luas.

Untuk swafoto dan panggilan video, tersedia kamera depan 32MP. Kamera belakangnya juga mendukung perekaman video hingga resolusi 8K.

OriginOS 7 dan Sertifikasi IP68/IP69

iQOO 16 menjalankan OriginOS 7 berbasis Android 17. Fitur pendukungnya mencakup pemindai sidik jari ultrasonik 3D, Wi-Fi 7, NFC, port USB 3.2 Gen 1, serta pemancar inframerah untuk mengendalikan perangkat elektronik yang kompatibel.

Ponsel ini juga memiliki speaker stereo dan motor getar linear ganda pada sumbu X dan Z untuk menghasilkan sensasi getaran yang lebih bervariasi saat bermain game.

Dari sisi ketahanan, iQOO 16 mengantongi sertifikasi IP68 dan IP69 untuk perlindungan terhadap debu dan air.

Harga iQOO 16 dan Ketersediaan

Pilihan Warna Iqoo 16

iQOO 16 hadir dalam tiga pilihan warna, yakni Chasing Light, Legend, dan Track. Berikut harga resminya di pasar China beserta perkiraan konversi ke rupiah:

Varian RAM/PenyimpananHarga di ChinaPerkiraan Rupiah
12GB/256GB5.999 yuanRp13,4 juta
12GB/512GB6.799 yuanRp15,2 juta
16GB/512GB7.499 yuanRp16,8 juta
16GB/1TB8.499 yuanRp19 juta

Versi global iQOO 16 sebelumnya telah terdeteksi dalam sertifikasi EEC Eropa. Namun, kehadiran sertifikasi tersebut belum disertai pengumuman resmi mengenai jadwal peluncuran global maupun ketersediaannya di Indonesia.