Ponselio — Qualcomm kembali menjadi sorotan setelah Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6 terdeteksi di Geekbench. Chipset tersebut diuji menggunakan prototipe iQOO dengan nomor model V2606A yang diperkirakan berkaitan dengan iQOO 16.
Alih-alih langsung menunjukkan keunggulan dari pendahulunya, hasil pengujian awal justru memperlihatkan angka lebih rendah. Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6 meraih 3.434 poin single-core dan 9.334 poin multi-core, sedangkan Snapdragon 8 Elite Gen 5 pada iQOO 15 mencatat skor lebih tinggi.
Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6 Masih Belum Tunjukkan Kemampuan Maksimal
Perbedaan skor tersebut memang cukup menarik perhatian, tetapi hasil Geekbench kali ini belum bisa dijadikan patokan untuk menilai performa akhir Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6.
Pasalnya, perangkat yang digunakan dalam pengujian masih berupa engineering sample. Pada tahap tersebut, produsen biasanya masih melakukan berbagai penyesuaian terhadap sistem operasi, firmware, manajemen temperatur, konsumsi daya, dan pengaturan frekuensi prosesor.
Dengan kondisi seperti itu, performa chipset dapat berubah cukup signifikan ketika perangkat sudah memasuki tahap produksi massal. Qualcomm dan produsen smartphone juga masih memiliki ruang untuk melakukan optimasi sebelum perangkat komersial diluncurkan.
Data Geekbench menunjukkan chipset dengan kode SM8975 tersebut menggunakan konfigurasi yang cukup agresif. Dua core utama atau prime core mampu mencapai kecepatan hingga 5,01GHz.
Kecepatan 5,01GHz Jadi Daya Tarik Utama
Clock 5GHz menjadi salah satu aspek paling menarik dari Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6. Kecepatan tersebut menunjukkan ambisi Qualcomm untuk mendorong performa CPU smartphone ke level yang semakin tinggi.
Dua prime core berjalan hingga 5,01GHz, sedangkan tiga performance core lainnya mencapai 4,03GHz. Sementara itu, tiga core tambahan yang berorientasi pada efisiensi memiliki kecepatan maksimal 3,74GHz.
Konfigurasi CPU tersebut dipadukan dengan GPU Adreno 850. Qualcomm diperkirakan akan mengandalkan kombinasi tersebut untuk meningkatkan kemampuan perangkat dalam menjalankan game berat, pemrosesan AI, multitasking, hingga berbagai aplikasi dengan kebutuhan komputasi tinggi.
Menariknya, kecepatan 5,01GHz membuat chipset ini berada di wilayah yang selama ini lebih sering diasosiasikan dengan prosesor komputer. Meski clock bukan satu-satunya faktor penentu performa, pencapaian tersebut tetap memperlihatkan perkembangan signifikan pada prosesor mobile.
Teknologi 2nm TSMC Siap Mendukung Chip Flagship Baru
Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6 juga disebut akan menggunakan proses fabrikasi 2nm N2P dari TSMC. Teknologi manufaktur tersebut diharapkan membantu Qualcomm meningkatkan efisiensi sekaligus mempertahankan performa tinggi.
Dengan proses fabrikasi yang lebih kecil, jumlah transistor dalam area chip dapat ditingkatkan. Hal tersebut membuka peluang bagi Qualcomm untuk menambah kemampuan komputasi tanpa harus meningkatkan konsumsi daya secara berlebihan.
Namun, penerapan teknologi tersebut pada perangkat nyata tetap menjadi tantangan. Sistem pendinginan smartphone, kapasitas baterai, serta pengaturan daya akan sangat menentukan seberapa lama chipset mampu mempertahankan performa tinggi.
Hasil AnTuTu Berikan Gambaran Berbeda
Jika hanya melihat Geekbench, Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6 memang terlihat belum mampu mengungguli generasi sebelumnya. Akan tetapi, pengujian lain memberikan gambaran yang lebih menjanjikan.
Chipset yang sama sebelumnya dikabarkan memperoleh skor AnTuTu lebih dari 4,8 juta poin. Perbedaan hasil tersebut menunjukkan bahwa performa Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6 masih sangat bergantung pada jenis pengujian dan tingkat optimasi perangkat.
Karena itu, skor Geekbench kali ini lebih tepat dianggap sebagai gambaran awal daripada hasil final. Qualcomm masih memiliki waktu untuk menyempurnakan chipset sebelum digunakan pada smartphone flagship.
Kemunculannya pada prototipe iQOO juga menjadi sinyal bahwa produsen smartphone sudah mulai mempersiapkan perangkat dengan chipset generasi terbaru tersebut. Jika optimasi berjalan sesuai harapan, Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6 berpotensi menjadi salah satu SoC Android paling bertenaga ketika resmi diperkenalkan.
