— vivo X500 Pro Max akan menjadi model tertinggi dalam lini X500 Series yang dijadwalkan meluncur di China pada September 2026. Menjelang debutnya, sejumlah informasi mengenai smartphone ini mulai terungkap secara bertahap, baik melalui pengumuman resmi vivo maupun kemunculan perangkat dengan nomor model V2610 di berbagai database.

Sejauh ini, bocoran yang beredar mengungkap cukup banyak hal mengenai X500 Pro Max. Mulai dari kamera utama Sony Phantom 900 dengan dynamic range 17EV, kamera telefoto 200MP, chipset MediaTek 2nm yang diduga Dimensity 9600 Pro, hingga layar AMOLED 2K berukuran 6,85 inci.

Menariknya, nomor model V2610 yang diyakini sebagai vivo X500 Pro Max juga telah muncul di database TKDN Indonesia dengan nilai 40,33 persen. Sementara di Geekbench, perangkat yang sama tercatat membawa RAM 12GB dan menjalankan Android 17.

Berikut rangkaian informasi dan bocoran vivo X500 Pro Max yang sudah kami ketahui sejauh ini, disusun berdasarkan perkembangan informasi yang terungkap menjelang peluncurannya.

Kamera Utama Gunakan Sony Phantom 900

Sektor kamera menjadi salah satu bagian yang paling menarik dari vivo X500 Pro Max. Vivo mengonfirmasi bahwa perangkat ini akan menggunakan ZEISS Ultra Dynamic Main Camera dengan sensor Sony Phantom 900. Sensor tersebut dikembangkan melalui kolaborasi Sony dan tim Blueprint Imaging milik vivo.

Image

Salah satu kemampuan yang diklaim menjadi keunggulan sensor tersebut adalah dynamic range hingga 17EV.

Selain fotografi, kamera utama ini juga dirancang untuk kebutuhan videografi. Vivo menyebut dukungan perekaman video 4K 240fps untuk slow-motion serta 4K 120fps HDR.

Khusus X500 Pro Max, kamera utama tersebut juga memiliki optical image stabilisation hingga 3 derajat dan mendukung sistem stabilisasi CIPA 7.0.

Dengan kombinasi sensor baru, dynamic range tinggi, dan sistem stabilisasi tersebut, kamera utama menjadi salah satu fitur yang paling diunggulkan vivo pada X500 Pro Max.

Telefoto 200MP Jadi Andalan untuk Zoom

Kamera telefoto menjadi bagian lain yang membuat X500 Pro Max menarik. Perangkat ini akan menggunakan sensor Samsung HP0 berukuran 1/1,4 inci dengan resolusi 200MP. Sensor tersebut sebelumnya telah digunakan pada vivo X300 Ultra.

Image

Namun, vivo membawa peningkatan pada capture pipeline X500 Pro Max. Sistem tersebut diklaim mampu mendukung pembesaran hingga 30x.

Vivo juga mempertahankan dukungan teleconverter 400mm yang sebelumnya diperkenalkan pada X300 Ultra.

Dengan konfigurasi tersebut, X500 Pro Max tidak hanya mengandalkan kamera utama dengan dynamic range tinggi, tetapi juga menawarkan sistem telefoto beresolusi besar untuk kebutuhan fotografi jarak jauh.

Kemampuan Video Ikut Mendapat Peningkatan

Selain perangkat keras kamera, vivo juga menyiapkan chip imaging baru untuk X500 Pro Series.

Chip tersebut mendukung perekaman video 4K 120fps 10-bit Log, autofocus tracking hingga 60fps, dan 4K Dolby Portrait.

Vivo juga membekali sistem tersebut dengan fitur berbasis AI untuk membuat highlight video hanya dengan satu ketukan.

Selain itu, tersedia hardware-level video super-resolution yang dirancang untuk membantu meningkatkan kualitas hasil rekaman.

Rangkaian fitur tersebut memperlihatkan bahwa vivo tidak hanya mengejar kemampuan fotografi pada X500 Pro Max, tetapi juga memberikan perhatian besar pada kebutuhan videografi.

Chipset MediaTek 2nm, Diduga Dimensity 9600 Pro

Peningkatan besar lainnya berada di sektor performa. Vivo telah mengonfirmasi bahwa X500 Pro dan X500 Pro Max akan menggunakan chipset MediaTek Dimensity yang dibuat dengan proses fabrikasi 2nm.

Image

Chipset tersebut menggunakan proses TSMC generasi kedua, N2P, serta membawa arsitektur GPU baru dan NPU berperforma tinggi. Namun, vivo belum mengungkap nama chipset yang digunakan.

Berdasarkan bocoran yang beredar, chipset tersebut diduga merupakan MediaTek Dimensity 9600 Pro. Dugaan ini menguat setelah perangkat vivo dengan nomor model V2610 muncul di Geekbench menggunakan chipset MediaTek berkode MT6995.

Chipset tersebut tercatat memiliki delapan inti dengan konfigurasi dua core berkecepatan hingga 4,55GHz, tiga core hingga 4,35GHz, dan tiga core pada 3,10GHz.

Namun, nama Dimensity 9600 Pro masih belum bisa dianggap sebagai konfirmasi resmi. Untuk saat ini, yang telah dipastikan vivo adalah penggunaan chipset MediaTek Dimensity berbasis proses 2nm.

Layar AMOLED 2K 6,85 Inci

Tidak hanya kamera dan performa, vivo juga membawa teknologi baru pada layar X500 Pro Max.

Image

Perangkat ini akan menggunakan panel BOE Q11 berukuran 6,85 inci dengan teknologi AMOLED dan resolusi 2K. Vivo menyebutnya sebagai smartphone pertama yang menggunakan panel BOE Q11 tersebut.

Material luminescent baru pada panel ini diklaim mampu mengurangi motion blur hingga 93 persen ketika pengguna melakukan scrolling.

Vivo juga menyebut keseragaman warna meningkat hingga 43 persen, sedangkan brightness uniformity meningkat 22 persen.

Menariknya, peningkatan tersebut diklaim tetap disertai efisiensi daya. Panel baru ini disebut 21 persen lebih hemat energi dibandingkan panel generasi sebelumnya dengan resolusi 1,5K.

Sensor Multispektral Berada di Bawah Layar

Ada satu fitur lain yang cukup menarik pada layar X500 Pro Max, yakni sensor multispektral yang ditempatkan di bawah panel.

Sensor ini dirancang untuk mendeteksi temperatur warna dan spektrum cahaya secara lebih akurat. Data tersebut kemudian digunakan untuk membantu sistem menyesuaikan tingkat kecerahan layar.

Vivo menggabungkannya dengan kemampuan screen dimming hingga 0,3 lux. Perusahaan mengklaim kombinasi tersebut dapat menghasilkan penyesuaian brightness otomatis yang lebih halus mengikuti kondisi pencahayaan di sekitar pengguna.

Muncul di Geekbench dengan RAM 12GB

Kemunculan nomor model V2610 di Geekbench juga memberikan gambaran mengenai konfigurasi perangkat. Smartphone tersebut tercatat membawa RAM 12GB dan menjalankan Android 17. Salah satu hasil Geekbench mencatat skor 2.574 poin pada pengujian single-core dan 7.756 poin pada multi-core.

Image

Sementara itu, listing Geekbench lain yang lebih baru mencatat skor 2.653 poin untuk single-core dan 7.516 poin pada multi-core. Perbedaan hasil ini tidak terlalu mengejutkan mengingat perangkat yang diuji kemungkinan masih menggunakan software atau konfigurasi engineering sebelum peluncuran.

Karena itu, angka benchmark tersebut belum bisa dijadikan gambaran final mengenai performa vivo X500 Pro Max.

Yang lebih menarik adalah kemunculan nomor model V2610 bersama konfigurasi chipset yang diduga kuat sebagai platform flagship MediaTek generasi berikutnya.

Nomor Model V2610 Sudah Tercatat di TKDN

Vivo X500 Pro Max Tkdn

Selain muncul di Geekbench, nomor model V2610 juga telah ditemukan dalam database sertifikasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) di Indonesia. Perangkat tersebut tercatat memperoleh nilai TKDN sebesar 40,33 persen.

Kemunculan di database TKDN menjadi indikasi bahwa perangkat dengan nomor model V2610 telah diproses untuk memenuhi persyaratan komponen dalam negeri di Indonesia. Sejumlah laporan mengaitkan nomor model tersebut dengan vivo X500 Pro Max.

Meski demikian, sertifikasi TKDN sendiri belum bisa dianggap sebagai pengumuman resmi mengenai jadwal penjualan vivo X500 Pro Max di Indonesia. Kita masih perlu menunggu konfirmasi vivo mengenai nama produk dan ketersediaannya di pasar Indonesia.